“Orang selalu butuh asuransi jiwa, sebagai pengganti penghasilan, family fairness, keluarga dengan anak tiri, dan keluarga dengan anak berkebutuhan khusus,” kata Howard E. Sharfman. “Pada akhirnya, selalu ada pertanggungan jiwa bebas pajak, pertumbuhan nilai tunai dengan pajak tangguhan, pengganti penghasilan, dan pembentukan aset melalui produk ajaib bernama asuransi jiwa.

Lanjut baca